Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan luar sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan luar sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

IMADIKLUS TRAINING I UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA” OPTIMALISASI PERAN MAHASISWA PLS SEBAGAI LEADER DI MASYARAKAT”

2“OPTIMALISASI PERAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SEBAGAI LEADER  DI MASYARAKAT” Regenerasi merupakan subjek penerus dalam kerangka keorganisasian. Sudah mafhum, bahwa hal tersebut menjadi hal terpenting dalam suatu organisasi. Tak hanya itu, generasi penerus tidak mumpuni jika tak mempunyai jiwa kepemimpinan. Sudah barang tentu bahwa  dalam suatu organisasi tak lepas dari kata kepemimpinan.

Jumat, 09 Mei 2014

Benarkah Pendidikan Luar Sekolah Seperti ini ?

oleh Imadiklus Indonesia pada 15 Agustus 2011 jam 20:15
Kalau mau jujur para lulusan SMA yang terlanjur masuk ke jurusan PLS-FIP itu adalah jenis lulusan yang berpikir “asal kuliah” daripada nganggur bikin sedih orang tua dan malu pada tetangga. Ada juga yang ‘terjerumus’ masuk PLS karena tidak diterima di jurusan lain yang lebih ‘pasaran’ dan atas nama pertimbangan ekonomi keluarga , daripada kuliah di kampus swasta mahal, lebih baik di kampus negeri yang relatif murah dan bergengsi di mata masyarakat tertentu (desa) yang masih rendah tingkat pemahamannya tentang pendidikan yang bermutu, dikiranya kalau kuliah di kampus negeri pasti akan menjadi pegawai negeri. Sebuah anggapan salah yang masih punya banyak penganutnya.

Pengertian Tiga Jenis Pendidikan

oleh Imadiklus Indonesia pada 06 Juni 2011 jam 16:43

Berkaitan  dengan  pengertian  pendidikan  terdapat  perbedaan  yang  jelas  antara pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Sehubungan dengan hal  ini  Coombs  (1973) membedakan  pengertian  ketiga  jenis  pendidikan  itu  sebagai berikut:

Pendidikan  formal  adalah  kegiatan  yang  sistematis,  bertingkat/berjenjang, dimulai dari  sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya;   termasuk   kedalamnya   ialah   kegiatan   studi   yang   berorientasi akademis  dan  umum,  program   spesialisasi,  dan  latihan  professional,  yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.

Buta Aksara Jangan Dipolitisir – Hamid

Buta aksara jangan dipolitisir. Walikota dan Bupati yang mengumumkan wilayahnya sudah bebas buta aksara mengakibatkan program keaksaraan ditolak di daerah tersebut. Padahal secara logika, tidak mungkin suatu wilayah bebas buta aksara.

Buta Aksara Jangan Dipolitisir 

“Buta aksara jangan dipolitisir!” begitu kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Hamid Muhammad dalam sambutan pembukan rapat koordinasi pelaksanaan kebijakan dan program Ditjen PAUDNI 2011 dan koordinasi/ sikronisasi pelaksanaan program PAUDNI di BPKB dan SKB di Bandung, Senin (11/4).

“Kasihan, mereka itu sudah papa, miskin, tidak bisa baca tulis tapi diumumkan bebas buta aksara” ujar Hamid.

Secara akal sehat, kata Hamid, pernyataan bebas buta aksara itu tidak bisa diterima. “Negara maju saja masih ada yang buta aksara, apalagi negara kita kok bisa mendeklarasikan bebas buta aksara,” ucap Hamid.

Akibat suatu wilayah dinyatakan bebas buta aksara oleh walikota atau bupati, maka program keaksaraan seringkali ditolak untuk dijalankan di wilayah tersebut. Untuk itu, Hamid meminta agar program ini bisa dijalankan, meskipun tidak memakai nama penuntasan buta aksara.

“Sebut saja program apa saja, asal program ini terus berjalan. Ingat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tidak akan naik apabila permasalahan buta aksara ini tidak dituntaskan,” tegas Hamid.